Mengenal Kalender Jawa & Weton: Arti Hari, Pasaran, dan Neptu Terlengkap
🗓️ Mengenal Kalender Jawa & Weton: Warisan Leluhur yang Masih Hidup
Kalender Jawa bukan sekadar penanggalan alternatif—ia adalah cerminan filosofi hidup masyarakat Jawa yang kaya akan makna, spiritualitas, dan tradisi. Salah satu elemen paling unik dari sistem ini adalah weton, kombinasi hari dan pasaran yang diyakini memengaruhi karakter, nasib, hingga hari baik seseorang.
📚 Apa Itu Weton?
Weton adalah gabungan antara:
- Hari dalam seminggu (Saptawara): Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu
- Pasaran Jawa (Pancawara): Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon
Setiap kombinasi memiliki nilai numerik yang disebut neptu, digunakan untuk:
- Menentukan watak dan garis hidup seseorang
- Mencari hari baik untuk pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha
- Melakukan tirakat seperti puasa weton
Contoh:
Sabtu Pahing → Sabtu (9) + Pahing (9) = Neptu 18
Weton ini dipercaya memiliki karakter lakuning geni (seperti api): semangat tinggi, mudah bergaul, tapi juga mudah emosi.
🧮 Cara Menghitung Weton
Hari | Neptu | Pasaran | Neptu |
---|---|---|---|
Minggu | 5 | Legi | 5 |
Senin | 4 | Pahing | 9 |
Selasa | 3 | Pon | 7 |
Rabu | 7 | Wage | 4 |
Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
Jumat | 6 | ||
Sabtu | 9 |
Contoh:
Lahir pada Jumat Kliwon → Jumat (6) + Kliwon (8) = Neptu 14
Neptu ini digunakan untuk mencocokkan jodoh, rezeki, dan peruntungan.
🌙 Kalender Jawa Hari Ini (20 Juli 2025)
- Kalender Masehi: Minggu, 20 Juli 2025
- Kalender Hijriah: 24 Muharram 1447 H
- Kalender Jawa: 24 Suro 1959 Dal
- Weton: Minggu Legi
- Neptu: 10
- Wuku: Prangbangkat
🧘♂️ Relevansi di Era Modern
Meski zaman telah berubah, banyak masyarakat Jawa masih menggunakan weton untuk:
- Menentukan tanggal pernikahan
- Menjalankan puasa weton sebagai bentuk spiritualitas
- Menyelaraskan keputusan penting dengan energi hari
Bahkan kini tersedia kalkulator weton online dan aplikasi penanggalan Jawa yang memudahkan generasi muda memahami warisan leluhur.
Kalender Jawa dan weton bukan sekadar tradisi, tapi juga jendela menuju pemahaman diri dan harmoni hidup. Di tengah modernitas, warisan ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa waktu bukan hanya angka, tapi juga energi dan makna.
Posting Komentar